BEP (Break Even Point) untuk Bisnis Kuliner: Rumus, Contoh, Template
Pekerja & Ekonomi

BEP (Break Even Point) untuk Bisnis Kuliner: Rumus, Contoh, Template

Hitung break even point kafe Anda dengan benar — 12 item biaya tetap yang sering dilupakan + simulasi BEP dalam cup per hari. Panduan lengkap untuk owner k

FJFirstJournal Editorial·16 Mei 2026·8 menit baca
break even point kulinerbep kafecara hitung beprumus bep restorancontoh perhitungan bep

FirstJournal

Akuntansi bisnis jadi lebih mudah.

Software accounting AI-first untuk UMKM Indonesia. Buku besar, faktur, laporan keuangan — semua dalam satu platform. Gratis selamanya.

Membuka kafe itu mudah — yang susah adalah tahu kapan modal Anda balik. Banyak owner kafe baru yang salah hitung Break Even Point (BEP) bukan karena tidak paham rumusnya, tapi karena lupa memasukkan biaya-biaya yang "tersembunyi" seperti penyusutan mesin espresso atau gaji diri sendiri ke dalam kalkulasi. Akibatnya, angka BEP terasa sudah tercapai padahal bisnis masih merugi secara riil.


Apa Itu Break Even Point dan Kenapa Penting untuk Kuliner

BEP (Break Even Point) untuk Bisnis Kuliner: Rumus, Contoh, Template

Break Even Point (BEP) — atau titik impas — adalah jumlah penjualan minimum di mana total pendapatan sama persis dengan total biaya. Di bawah angka ini, bisnis rugi. Di atasnya, bisnis mulai untung.

Untuk bisnis kuliner, BEP bisa diekspresikan dalam dua cara:

  • BEP dalam rupiah — berapa omzet minimum per bulan
  • BEP dalam unit — berapa cup kopi (atau porsi makanan) minimum per hari

Kedua angka ini sama pentingnya. Owner kafe perlu tahu bukan hanya "saya harus omzet Rp 45 juta/bulan", tapi juga "artinya saya harus jual 75 cup per hari" — karena yang kedua lebih mudah dimonitor oleh barista di lapangan.

Rumus BEP yang Benar

BEP (unit) = Fixed Cost / (Harga Jual per Unit - Variable Cost per Unit)

BEP (rupiah) = Fixed Cost / Contribution Margin Ratio

Contribution Margin Ratio = (Harga Jual - Variable Cost) / Harga Jual

Contribution Margin (margin kontribusi) adalah selisih antara harga jual dan biaya variabel per unit — yaitu porsi dari setiap penjualan yang "berkontribusi" menutup biaya tetap.

Rumus BEP ini berlaku untuk bisnis dengan satu produk utama atau produk yang bisa dirata-rata. Kafe dengan menu sangat beragam perlu menghitung BEP dengan weighted average contribution margin — lebih kompleks, tapi prinsipnya sama.

Kesalahan Paling Umum: Biaya Tetap yang Tidak Lengkap

Inilah akar masalah paling sering terjadi pada owner kafe baru. Mereka hanya memasukkan biaya yang "kelihatan" — sewa dan listrik — lalu lupa sisanya.

6 dari 10

Owner kafe baru tidak memasukkan amortisasi peralatan ke dalam Fixed Cost BEP mereka

Berikut 12 line item biaya tetap yang wajib masuk kalkulasi BEP kafe Anda:

Gaji owner adalah biaya nyata. Kalau Anda tidak menggaji diri sendiri, Anda bukan untung — Anda cuma punya pekerjaan yang tidak dibayar.


Contoh Perhitungan BEP: Kafe 50m² di Kota Menengah

Mari kita hitung BEP riil untuk sebuah kafe fiktif — sebut saja Kafe Senja — berukuran 50m² di kota seperti Yogyakarta atau Semarang, dengan menu utama kopi susu dan minuman non-kopi.

Step 1: Hitung Total Fixed Cost per Bulan

| Item | Rp/bulan | |---|---| | Sewa ruko 50m² | Rp 5.000.000 | | Gaji 2 barista (@ Rp 2,2 juta) | Rp 4.400.000 | | Gaji 1 kasir/helper | Rp 2.200.000 | | Honorarium owner | Rp 3.000.000 | | Listrik (base load + AC) | Rp 1.500.000 | | Air + internet + POS | Rp 600.000 | | Penyusutan mesin espresso | Rp 500.000 | | Penyusutan grinder + peralatan | Rp 250.000 | | Penyusutan furnitur & interior | Rp 1.000.000 | | BPJS Ketenagakerjaan & Kesehatan | Rp 750.000 | | Biaya pemasaran (Instagram ads) | Rp 500.000 | | Cicilan pinjaman modal | Rp 1.500.000 | | TOTAL FIXED COST | Rp 21.200.000 |

Step 2: Hitung Variable Cost per Cup

Kafe Senja menetapkan harga jual rata-rata Rp 22.000/cup (weighted average dari kopi susu Rp 25.000 dan teh susu Rp 18.000).

Variable cost per cup mencakup:

  • Bahan baku (susu, kopi, gula, cup, sedotan): Rp 7.000
  • Listrik variabel (per transaksi): Rp 500
  • Komisi payment gateway (1,5% x Rp 22.000): Rp 330

Total Variable Cost per cup: Rp 7.830

Step 3: Hitung Contribution Margin

Contribution Margin per cup = Rp 22.000 - Rp 7.830 = Rp 14.170

Contribution Margin Ratio = Rp 14.170 / Rp 22.000 = 64,4%

Step 4: Hitung BEP

BEP (unit/bulan) = Rp 21.200.000 / Rp 14.170 = 1.496 cup/bulan

BEP (cup/hari) = 1.496 / 26 hari kerja = 57,5 cup → dibulatkan 58 cup/hari

BEP (rupiah/bulan) = Rp 21.200.000 / 64,4% = Rp 32.919.000

Artinya: Kafe Senja harus menjual minimum 58 cup per hari atau omzet Rp 32,9 juta per bulan agar tidak rugi. Di bawah angka itu, setiap hari adalah kerugian riil.

Angka 58 cup/hari terlihat "masuk akal" tapi setara 7-8 cup per jam untuk kafe yang buka 8 jam. Ini target yang cukup demanding untuk kafe baru tanpa loyal customer base — artinya strategi akuisisi pelanggan bulan pertama sangat krusial.

Tips Praktis & Kesalahan yang Harus Dihindari

✗ Kesalahan Fatal dalam Hitung BEP Kafe

  1. Tidak menghitung penyusutan peralatan. Mesin espresso seharga Rp 30 juta bukan "pengeluaran sekali" yang dilupakan setelah beli — itu biaya Rp 500.000/bulan selama 5 tahun masa pakai ekonomisnya.

  2. Menganggap gaji owner "tidak perlu" dimasukkan. Kalau suatu hari kafe harus bayar manajer pengganti, berapa yang harus dibayar? Itulah biaya sebenarnya.

  3. Menggunakan harga jual tertinggi, bukan rata-rata. Jangan hitung BEP pakai harga kopi spesialti Rp 35.000 kalau 60% penjualan Anda adalah kopi susu Rp 20.000.

  4. Lupa biaya cicilan pinjaman. Cash flow dan profit adalah dua hal berbeda. Cicilan pinjaman bank tetap harus dibayar dari pendapatan, maka harus masuk fixed cost.

  5. Tidak update BEP saat ada kenaikan harga bahan baku. Kenaikan harga susu UHT dari Rp 18.000/liter ke Rp 22.000/liter bisa menggeser BEP Anda 8-12 cup/hari ke atas.

✓ Tips Menurunkan BEP

  • Naikkan contribution margin dengan negosiasi harga supplier atau reformulasi resep (tanpa mengorbankan kualitas)
  • Tambah revenue stream non-labor-intensive: jual beans, merchandise, atau paket pre-order
  • Pisahkan fixed cost mana yang bisa dikurangi di fase awal — misalnya tunda cicilan peralatan dengan sewa/leasing

Action Items: Langkah Setelah Baca Artikel Ini

  1. Buat spreadsheet 12 baris fixed cost seperti tabel di atas — isi dengan angka kafe Anda sendiri. Jangan skip honorarium owner dan penyusutan.

  2. Hitung weighted average selling price dari menu Anda — bukan harga tertinggi, tapi rata-rata berbobot berdasarkan proporsi penjualan aktual (atau estimasi untuk kafe baru).

  3. Hitung variable cost per cup dengan detail: bahan baku + biaya kemasan + listrik variabel + biaya transaksi digital.

  4. Konversikan BEP ke cup per hari — angka ini yang harus di-track oleh barista dan kasir Anda setiap hari, bukan cuma di akhir bulan.

  5. Review BEP setiap kuartal atau setiap kali ada perubahan harga bahan baku, kenaikan UMR, atau penambahan karyawan.

Kalau ingin otomatisasi proses ini — termasuk tracking harian apakah cup terjual sudah melewati BEP — software seperti FirstJournal bisa menghubungkan data transaksi POS Anda langsung ke laporan contribution margin dan BEP harian secara otomatis, tanpa perlu update spreadsheet manual setiap malam.


  • Rumus BEP: Fixed Cost / (Price - Variable Cost per Unit) — konsep standar akuntansi manajemen (Management Accounting)
  • PSAK 14 (Persediaan) — relevan untuk pencatatan bahan baku dan food cost dalam laporan keuangan kuliner
  • Peraturan Pemerintah No. 7 Tahun 2021 tentang Kemudahan, Perlindungan, dan Pemberdayaan Koperasi dan UMKM — definisi skala UMKM
  • Upah Minimum Regional (UMR) Kota Yogyakarta dan Semarang 2024 — referensi komponen gaji karyawan
  • Prinsip penyusutan aset tetap: metode garis lurus (straight-line depreciation) sesuai praktik umum akuntansi keuangan

Newsletter

Dapatkan insight bisnis setiap minggu

Tren ekonomi, tips akuntansi, dan regulasi terbaru — langsung ke inbox Anda.

Gratis. Berhenti kapan saja. Tidak ada spam.

Artikel Terkait

Strategi Pricing UMKM: Markup vs Margin, Mana yang Benar?
Pekerja & Ekonomi

Strategi Pricing UMKM: Markup vs Margin, Mana yang Benar?

8 menit · 16 Mei 2026

Dana Darurat Bisnis: Berapa Bulan Operasional yang Ideal?
Pekerja & Ekonomi

Dana Darurat Bisnis: Berapa Bulan Operasional yang Ideal?

8 menit · 16 Mei 2026

Cara Baca Laporan Keuangan Sebelum Investasi (Panduan untuk Pemula)
Pekerja & Ekonomi

Cara Baca Laporan Keuangan Sebelum Investasi (Panduan untuk Pemula)

8 menit · 16 Mei 2026

← Kembali ke Blog