Punya usaha yang berjalan tapi cash flow seret karena modal kerja terbatas — itulah kondisi yang mendorong jutaan pelaku UMKM antri pinjaman KUR setiap tahun. Bunga subsidinya memang menarik: 6% per tahun untuk KUR Mikro, jauh di bawah bunga kredit komersial yang bisa menyentuh 18–24% per tahun. Tapi data Kementerian Koperasi menunjukkan tingkat penolakan aplikasi KUR tetap signifikan — dan sebagian besar bukan karena bisnisnya tidak layak, melainkan karena dokumen dan rekam jejak keuangan yang tidak siap.
Berapa Sebenarnya Bunga KUR 2026?
Bunga KUR bukan ditetapkan bank, melainkan disubsidi pemerintah melalui Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian. Untuk tahun 2025–2026, skema bunga KUR yang berlaku berdasarkan kebijakan subsidi bunga pemerintah adalah sebagai berikut:
Bunga 6–7% ini adalah bunga efektif per tahun, bukan bunga flat. Artinya angsuran pokok sudah diperhitungkan mengecilkan sisa pinjaman setiap bulan — berbeda dengan pinjaman leasing atau pinjol yang sering pakai bunga flat (lebih mahal secara aktual).
Untuk konteks: jika kamu pinjam Rp 200 juta dengan KUR Kecil bunga 7% tenor 4 tahun, total bunga yang dibayar sekitar Rp 29,4 juta selama masa pinjaman — bandingkan dengan kredit komersial 18% yang bisa menghasilkan total bunga Rp 78 juta lebih untuk pinjaman yang sama.
KUR BRI vs KUR Mandiri vs KUR BNI
Bunga KUR sama di semua bank penyalur karena diatur pemerintah — yang berbeda adalah kecepatan proses, persyaratan tambahan, dan fokus segmen:
- KUR BRI — penyalur terbesar, kuat di segmen mikro dan pedesaan, proses bisa via BRI Link
- KUR Mandiri — lebih kuat di segmen kecil (Rp 100–500 juta), cocok untuk usaha yang sudah punya laporan keuangan terstruktur
- KUR BNI — fokus ke UMKM yang sudah ekspor atau memiliki rekening koran aktif di BNI
Strategi praktis: jika omzet kamu Rp 50–100 juta per bulan dan sudah punya rekening aktif di salah satu bank, mulai dari bank tersebut — rekam jejak transaksi di bank yang sama mempercepat proses analisis.
Syarat KUR UMKM: Versi Lapangan, Bukan Brosur
Brosur bank biasanya hanya tulis "usaha berjalan minimal 6 bulan" dan "tidak sedang menerima kredit program". Kenyataan di lapangan, analis kredit menilai lebih dari itu.


