Pekerja Malam dan Shift Tidak Teratur di UMKM: Cara Hitung Upah Lembur, Kewajiban BPJS, dan Pajak yang Wajib Dipahami Pengusaha Ritel, Manufaktur, dan F&B
Pekerja & Ekonomi

Pekerja Malam dan Shift Tidak Teratur di UMKM: Cara Hitung Upah Lembur, Kewajiban BPJS, dan Pajak yang Wajib Dipahami Pengusaha Ritel, Manufaktur, dan F&B

Panduan hitung upah lembur shift malam, iuran BPJS, dan PPh 21 TER untuk UMKM. Contoh angka lengkap + jurnal. Coba FirstJournal gratis.

FJFirstJournal Editorial·29 September 2026·11 menit baca
upah lembur shift malamkewajiban BPJS karyawan shiftpajak upah lembur UMKMhitung lembur karyawan tidak tetap

FirstJournal

Akuntansi bisnis jadi lebih mudah.

Software accounting AI-first untuk UMKM Indonesia. Buku besar, faktur, laporan keuangan — semua dalam satu platform. Gratis selamanya.

Satu angka yang jarang disadari pengusaha F&B dan ritel: karyawan shift malam yang bekerja lembur berhak atas dua lapis kompensasi sekaligus — premi malam (night shift allowance) di atas upah pokoknya, ditambah upah lembur yang dihitung dari dasar gaji yang sudah termasuk premi tersebut. Salah menghitung satu saja, Anda bisa terkena klaim upah kurang bayar plus sanksi administratif yang nilainya jauh melebihi selisih gaji yang belum dibayar.

Di sektor ritel 24 jam, manufaktur kecil, dan F&B — tiga sektor yang menopang 37% lapangan kerja formal UMKM Indonesia menurut data BPS 2023 — shift malam bukan pengecualian. Ini rutinitas. Tapi panduan praktis yang menyentuh tiga variabel sekaligus (lembur + premi malam + BPJS + pajak dalam satu alur perhitungan) hampir tidak ada. Artikel ini mengisinya.


Jawaban Singkat

Pekerja Malam dan Shift Tidak Teratur di UMKM: Cara Hitung Upah Lembur, Kewajiban BPJS, dan Pajak yang Wajib Dipahami Pengusaha Ritel, Manufaktur, dan F&B

Untuk karyawan shift malam yang lembur, hitung upah lembur menggunakan upah sejam = 1/173 × upah sebulan (upah pokok + tunjangan tetap, termasuk premi malam jika bersifat tetap), lalu kalikan dengan multiplier PP 35/2021 (2× untuk jam pertama, 3× untuk jam-jam berikutnya di hari kerja). Iuran BPJS Ketenagakerjaan (JHT, JP, JKK, JKM) dihitung dari upah sebulan yang dilaporkan — yaitu upah pokok + tunjangan tetap, dan wajib dilaporkan sesuai upah aktual termasuk premi malam yang bersifat tetap. Komponen lembur dan premi malam keduanya masuk objek PPh 21 dan dihitung menggunakan metode TER sesuai PMK No. 168/PMK.03/2023.


Kenapa Shift Malam Lebih Kompleks dari Lembur Biasa

37%

lapangan kerja formal UMKM Indonesia di sektor ritel, manufaktur kecil, dan F&B

Sumber: BPS (2023)

Ambil contoh ilustratif yang realistis: Warung Kopi Senja 24 Jam, Surabaya — kedai kopi dengan 12 karyawan, omzet Rp 1,2 miliar per tahun, tiga shift kerja (pagi, sore, malam), dan dua karyawan per shift yang kerap lembur saat weekend ramai. Pemiliknya, Mas Hendra, sudah pakai spreadsheet selama tiga tahun. Tapi setiap akhir bulan ada saja angka yang tidak cocok antara slip gaji, rekap BPJS, dan SPT PPh 21.

Masalahnya bukan rumus lemburnya salah. Masalahnya adalah tiga lapisan kompensasi yang saling mempengaruhi tapi dihitung secara terpisah:

  1. Upah pokok — dasar segalanya
  2. Premi malam (night shift allowance) — bisa tetap atau variabel, dan perlakuannya berbeda di BPJS vs pajak
  3. Upah lembur — dihitung dari dasar yang sudah termasuk atau tidak termasuk premi malam, tergantung sifat premi

UU No. 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan Pasal 77-78 menetapkan waktu kerja standar 7-8 jam per hari atau 40 jam per minggu. Pekerjaan shift malam yang melampaui batas ini otomatis masuk kategori lembur dan wajib dikompensasi. Namun UU ini tidak mengatur secara spesifik soal premi malam — pengaturannya diserahkan ke perjanjian kerja atau PKB (Perjanjian Kerja Bersama).

So what? Jika bisnis Anda belum punya klausul premi malam yang tertulis di perjanjian kerja, status "tetap atau variabel"-nya bisa diperdebatkan — dan itu langsung berdampak ke cara Anda menghitung dasar BPJS dan dasar lembur. Dokumentasi tertulis bukan formalitas — ini perlindungan hukum Anda.


Cara Hitung Upah Lembur Shift Malam: Dari Rumus ke Angka Nyata

Dasar hukumnya adalah PP No. 35 Tahun 2021 jo. Keputusan Menteri Tenaga Kerja No. KEP-102/MEN/VI/2004. Formulanya:

Upah sejam = 1/173 × upah sebulan

"Upah sebulan" dalam konteks lembur = upah pokok + tunjangan tetap. Jika premi malam diberikan setiap shift malam tanpa pengecualian (artinya bersifat tetap dan tertulis di perjanjian kerja), maka premi malam masuk ke dasar penghitungan upah sejam.

Multiplier lembur sesuai PP 35/2021:

Contoh Perhitungan: Karyawan Shift Malam Warung Kopi Senja

Data karyawan:

  • Nama: Dika (barista shift malam)
  • Upah pokok: Rp 3.000.000/bulan
  • Premi malam (tetap, tertulis di kontrak): Rp 500.000/bulan
  • Sistem kerja: 6 hari kerja/minggu
  • Lembur bulan ini: 3 jam lembur di hari libur

Langkah 1 — Hitung upah sejam:

Upah sebulan = Rp 3.000.000 + Rp 500.000 = Rp 3.500.000

Upah sejam = 1/173 × Rp 3.500.000 = Rp 20.231

Langkah 2 — Hitung upah lembur 3 jam di hari libur (sistem 6 hari kerja):

JamMultiplierPerhitunganNominal
Jam ke-1 s/d ke-7 (ambil 3 jam)2×3 × 2 × Rp 20.231Rp 121.386

Total upah lembur Dika bulan ini: Rp 121.386

Langkah 3 — Hitung total gaji yang diterima Dika:

KomponenNominal
Upah pokokRp 3.000.000
Premi malamRp 500.000
Upah lemburRp 121.386
Total brutoRp 3.621.386
Jika premi malam bersifat variabel (dibayar hanya di bulan-bulan tertentu atau berdasarkan jumlah shift yang dijalani), premi malam TIDAK masuk ke dasar penghitungan upah sejam. Pastikan klausul perjanjian kerja Anda eksplisit soal ini.

So what? Selisih antara memasukkan atau tidak memasukkan premi malam ke dasar upah sejam bisa mencapai Rp 15.000–Rp 30.000 per jam lembur per karyawan. Untuk bisnis F&B dengan 5 karyawan yang rata-rata lembur 10 jam/bulan, ini selisih Rp 750.000–Rp 1.500.000 per bulan — atau Rp 9–18 juta per tahun yang bisa menjadi klaim upah kurang bayar.


Dasar Pengenaan BPJS untuk Karyawan Shift: Mana yang Masuk, Mana yang Tidak

Ini bagian yang paling sering salah dipahami.

Peraturan BPJS Ketenagakerjaan menetapkan bahwa dasar perhitungan iuran adalah upah sebulan yang dilaporkan — didefinisikan sebagai upah pokok ditambah tunjangan tetap. Komponen yang bersifat tidak tetap (termasuk lembur) tidak masuk dasar iuran, kecuali upah hanya terdiri dari satu komponen.

4 program

BPJS Ketenagakerjaan yang wajib diikutkan untuk karyawan tetap UMKM

Berikut rinciannya:

*Tarif JKK bervariasi berdasarkan kelompok risiko usaha.

Perlakuan Premi Malam di BPJS

  • Premi malam tetap (fixed): Masuk sebagai bagian dari "tunjangan tetap" → WAJIB dilaporkan sebagai dasar iuran BPJS
  • Premi malam variabel: Tidak masuk dasar iuran → dilaporkan terpisah sebagai tunjangan tidak tetap
  • Upah lembur: Tidak masuk dasar iuran BPJS Ketenagakerjaan maupun Kesehatan

Lanjutan Contoh: Iuran BPJS Dika

Dasar iuran Dika = upah pokok + premi malam tetap = Rp 3.000.000 + Rp 500.000 = Rp 3.500.000

ProgramPemberi KerjaPekerja
JKK (asumsi kelompok risiko menengah 0,54%)Rp 18.900—
JKMRp 10.500—
JHTRp 129.500Rp 70.000
JPRp 70.000Rp 35.000
BPJS KesehatanRp 140.000Rp 35.000
TotalRp 368.900Rp 140.000

Total take-home pay Dika = Rp 3.621.386 − Rp 140.000 (potongan pekerja) = Rp 3.481.386 sebelum PPh 21.

So what? UMKM yang selama ini melaporkan dasar BPJS hanya dari upah pokok (tanpa memasukkan premi malam tetap) berpotensi kena temuan audit BPJS dengan denda administratif. Sesuai regulasi BPJS Ketenagakerjaan, kekurangan iuran dapat ditagih retroaktif hingga 24 bulan ke belakang.


Pajak Upah Lembur dan Premi Malam: Cara Hitung PPh 21 dengan Metode TER

Upah lembur bukan objek pajak yang terpisah — ia masuk ke dalam penghasilan bruto bulan berjalan dan dikenakan PPh 21 bersama komponen gaji lainnya menggunakan satu tarif efektif.

Sejak berlakunya PMK No. 168/PMK.03/2023, perhitungan PPh 21 karyawan menggunakan metode Tarif Efektif Rata-rata (TER) — bukan lagi metode kumulatif bulan berjalan yang rumit. Cara kerjanya:

  1. Tentukan kategori TER berdasarkan status PTKP karyawan (TK/0, TK/1, K/0, K/1, dst.)
  2. Cari tarif efektif bulanan dari tabel PMK 168/2023 berdasarkan penghasilan bruto bulan itu
  3. PPh 21 bulan itu = tarif efektif × penghasilan bruto bulan itu

Semua komponen penghasilan — upah pokok, premi malam, dan upah lembur — semuanya masuk ke penghasilan bruto dan dikenakan PPh 21. Tidak ada pengecualian untuk lembur atau premi malam.

Contoh Perhitungan PPh 21 Dika (Metode TER)

Status Dika: TK/0 (Tidak Kawin, tanpa tanggungan)

Penghasilan bruto bulan ini = Rp 3.000.000 + Rp 500.000 + Rp 121.386 = Rp 3.621.386

Dari tabel TER PMK 168/2023 untuk kategori TK/0, penghasilan bruto Rp 3.621.386 masuk dalam bracket yang menghasilkan tarif efektif sekitar 5% (tarif ilustratif — cek tabel resmi PMK 168/2023 untuk bracket yang tepat).

PPh 21 bulan ini = 5% × Rp 3.621.386 = Rp 181.069 (dibulatkan)

Pada bulan Desember atau bulan terakhir bekerja, PPh 21 dihitung ulang menggunakan tarif progresif Pasal 17 UU PPh untuk memastikan hasil tahunan akurat. Selisih dari perhitungan TER sepanjang tahun akan disesuaikan di bulan terakhir.

So what? Banyak UMKM yang keliru memotong PPh 21 dari upah pokok saja, lalu "mengabaikan" premi malam dan lembur karena dianggap bukan bagian dari "gaji tetap." Ini kesalahan yang akan muncul saat rekonsiliasi Formulir 1721-A1 — karena total penghasilan di bukti potong tidak akan cocok dengan slip gaji.


Jurnal Akuntansi untuk Gaji Campuran: Upah Pokok + Premi Malam + Lembur

Mencatat gaji campuran di pembukuan UMKM butuh ketelitian memisahkan akun agar laporan keuangan bisa dibaca dengan benar.

Jurnal Beban Gaji Bulan Berjalan (Contoh Dika)

Saat mengakui beban gaji (akhir bulan):

AkunDebitKredit
Beban Gaji PokokRp 3.000.000—
Beban Tunjangan Shift MalamRp 500.000—
Beban Upah LemburRp 121.386—
Beban BPJS — Pemberi KerjaRp 368.900—
— Utang Gaji—Rp 3.481.386
— Utang PPh 21—Rp 181.069
— Utang BPJS Pekerja—Rp 140.000
— Utang BPJS Pemberi Kerja—Rp 368.900

Saat pembayaran gaji (awal bulan berikutnya):

AkunDebitKredit
Utang GajiRp 3.481.386—
— Kas/Bank—Rp 3.481.386

Saat setor BPJS dan PPh 21:

AkunDebitKredit
Utang PPh 21Rp 181.069—
Utang BPJS PekerjaRp 140.000—
Utang BPJS Pemberi KerjaRp 368.900—
— Kas/Bank—Rp 689.969

So what? Memisahkan akun "Beban Upah Lembur" dari "Beban Gaji Pokok" bukan sekadar kebiasaan baik — ini memungkinkan Anda menganalisis tren biaya operasional per shift, mengidentifikasi apakah biaya lembur sudah terlalu tinggi dan perlu penambahan karyawan, serta mempermudah rekonsiliasi dengan laporan BPJS dan bukti potong PPh 21.


Kesalahan Umum UMKM Shift Malam yang Perlu Dihindari

  1. Menghitung upah lembur dari upah pokok saja — padahal jika premi malam bersifat tetap, wajib masuk dasar perhitungan. Ini kesalahan paling umum dan paling mahal jika diklaim karyawan.

  2. Melaporkan dasar BPJS hanya dari upah pokok — premi malam tetap adalah bagian dari "upah" dalam definisi regulasi BPJS dan wajib dilaporkan. Audit BPJS dapat menelusuri data ini dari SPT PPh 21.

  3. Tidak memotong PPh 21 dari komponen lembur — lembur bukan objek bebas pajak. Semua penghasilan dari hubungan kerja masuk objek PPh 21.

  4. Tidak punya perjanjian kerja tertulis yang menyebut premi malam — tanpa dokumentasi, status "tetap atau variabel" premi malam menjadi ambigu dan menyulitkan perhitungan yang konsisten.

  5. Memakai divisor jam yang salah — divisor 173 adalah standar untuk 40 jam/minggu. Jika PKWT karyawan mengatur jam kerja berbeda (misalnya 35 jam/minggu), divisornya perlu disesuaikan.

  6. Lupa rekonsiliasi di bulan Desember — metode TER bisa menghasilkan kurang atau lebih potong PPh 21 sepanjang tahun. Rekonsiliasi akhir tahun wajib dilakukan, terutama untuk karyawan dengan komponen variabel tinggi seperti lembur rutin.


Pertanyaan yang Sering Ditanyakan

Apakah premi malam wajib diberikan secara hukum?

Tidak ada regulasi yang mewajibkan besaran spesifik premi malam di Indonesia — berbeda dengan beberapa negara yang punya mandatori night shift premium. Namun jika sudah tertulis di perjanjian kerja atau PKB, premi malam menjadi hak normatif karyawan yang tidak bisa dikurangi sepihak. Pastikan klausul premi malam di perjanjian kerja Anda jelas dan tertulis.

Berapa besar premi malam yang lazim di UMKM Indonesia?

Tidak ada standar nasional. Rata-rata industri F&B dan ritel berkisar antara Rp 300.000 – Rp 750.000 per bulan untuk karyawan yang menjalani shift malam penuh (5–6 shift malam per minggu). Beberapa UMKM menghitung premi per shift malam yang dijalani (misalnya Rp 15.000–Rp 25.000 per shift) — format ini menjadikan premi bersifat variabel.

Bagaimana cara menghitung lembur karyawan tidak tetap (PKWT) yang shift malam?

Dasar hukumnya sama: PP No. 35 Tahun 2021 berlaku untuk semua jenis perjanjian kerja termasuk PKWT. Gunakan upah aktual yang disepakati di kontrak sebagai dasar penghitungan upah sejam (1/173 × upah sebulan). Perhatikan bahwa PKWT juga wajib diikutsertakan dalam BPJS Ketenagakerjaan sejak hari pertama bekerja.

Apakah upah lembur shift malam kena PPh 21 atau ada pengecualian?

Tidak ada pengecualian. Upah lembur — termasuk yang dibayar untuk shift malam — adalah penghasilan dari hubungan kerja dan seluruhnya masuk objek PPh 21. Berdasarkan PMK No. 168/PMK.03/2023, lembur dijumlahkan ke penghasilan bruto bulan berjalan dan dikenakan tarif efektif TER yang berlaku.

Kapan batas waktu setor PPh 21 dan iuran BPJS untuk gaji shift malam?

PPh 21 wajib disetor paling lambat tanggal 10 bulan berikutnya dan dilaporkan via SPT Masa PPh 21 paling lambat tanggal 20 bulan berikutnya. Iuran BPJS Ketenagakerjaan dan Kesehatan wajib dibayar paling lambat tanggal 15 bulan berikutnya. Keterlambatan BPJS dikenakan denda 2% per bulan dari iuran yang terlambat.


Action Items: Mulai dari Mana untuk UMKM Shift Malam

Kembali ke Mas Hendra di Warung Kopi Senja — setelah memetakan tiga komponen gaji secara terpisah dan memastikan premi malam Rp 500.000-nya masuk ke dasar perhitungan lembur dan BPJS, rekap gajinya tidak lagi mismatch setiap bulan. Ini yang bisa Anda lakukan mulai sekarang:

  1. Audit perjanjian kerja — pastikan klausul premi malam ada, tertulis, dan menyatakan sifatnya (tetap atau variabel)
  2. Hitung ulang dasar BPJS — jika premi malam selama ini tidak dilaporkan, konsultasikan dengan kantor BPJS setempat untuk prosedur penyesuaian sebelum kena audit
  3. Update template slip gaji — pisahkan baris upah pokok, premi malam, dan lembur agar transparan dan mempermudah rekonsiliasi pajak
  4. Rekonsiliasi PPh 21 — bandingkan total potongan TER sepanjang tahun dengan tarif progresif aktual sebelum Desember untuk menghindari kejutan kurang bayar
  5. Otomasi pencatatan — gaji campuran dengan tiga komponen seperti ini ideal diotomasi agar tidak ada komponen yang luput dijurnal

Lebih dari 1.800 invoice telah diproses di FirstJournal sejak peluncuran di 2025, dari UMKM retail hingga bisnis F&B Indonesia — termasuk UMKM dengan struktur gaji shift malam yang kompleks. Jika Anda ingin sistem yang langsung menjurnal beban gaji, premi, dan lembur secara terpisah tanpa double-entry manual, coba gratis di FirstJournal.

Regulasi & Peraturan:

  • UU No. 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan, khususnya Pasal 77-78 tentang Waktu Kerja
  • PP No. 35 Tahun 2021 tentang Perjanjian Kerja Waktu Tertentu, Alih Daya, Waktu Kerja dan Waktu Istirahat, dan Pemutusan Hubungan Kerja
  • Keputusan Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi No. KEP-102/MEN/VI/2004 tentang Waktu Kerja Lembur dan Upah Kerja Lembur
  • PMK No. 168/PMK.03/2023 tentang Petunjuk Pelaksanaan Pemotongan Pajak atas Penghasilan Sehubungan dengan Pekerjaan, Jasa, atau Kegiatan Orang Pribadi (Tarif Efektif Rata-rata PPh 21)
  • Peraturan Pemerintah No. 44 Tahun 2015 tentang Penyelenggaraan Program Jaminan Kecelakaan Kerja dan Jaminan Kematian (sebagaimana diubah)
  • Peraturan Pemerintah No. 45 Tahun 2015 tentang Penyelenggaraan Program Jaminan Pensiun
  • Peraturan Pemerintah No. 46 Tahun 2015 tentang Penyelenggaraan Program Jaminan Hari Tua

Data & Riset:

  • Badan Pusat Statistik (BPS), Laporan Ketenagakerjaan Indonesia 2023 — distribusi lapangan kerja formal UMKM per sektor

Catatan: Angka ilustrasi dalam artikel (tarif TER 5%, tarif JKK 0,54%) adalah estimasi untuk tujuan demonstrasi. Pembaca wajib memverifikasi bracket penghasilan dan tarif JKK yang berlaku dari tabel resmi PMK 168/2023 dan Peraturan Pemerintah terkait untuk perhitungan aktual.

Newsletter

Dapatkan insight bisnis setiap minggu

Tren ekonomi, tips akuntansi, dan regulasi terbaru — langsung ke inbox Anda.

Gratis. Berhenti kapan saja. Tidak ada spam.

Artikel Terkait

Pekerja Adat dan Pengrajin Desa yang Dikontrak UMKM Pariwisata: Cara Bayar Upah, Kewajiban BPJS, dan Pajak atas Penghasilan Berbasis Hasil Karya yang Tidak Punya Panduan
Pekerja & Ekonomi

Pekerja Adat dan Pengrajin Desa yang Dikontrak UMKM Pariwisata: Cara Bayar Upah, Kewajiban BPJS, dan Pajak atas Penghasilan Berbasis Hasil Karya yang Tidak Punya Panduan

11 menit · 23 September 2026

Pekerja Ojek Pangkalan dan Tukang Becak yang Bergabung ke Koperasi UMKM: Status Kerja, Kewajiban BPJS, dan Cara Kelola Penghasilan Tidak Tetap yang Tidak Pernah Dibahas
Pekerja & Ekonomi

Pekerja Ojek Pangkalan dan Tukang Becak yang Bergabung ke Koperasi UMKM: Status Kerja, Kewajiban BPJS, dan Cara Kelola Penghasilan Tidak Tetap yang Tidak Pernah Dibahas

11 menit · 19 September 2026

Pekerja Notaris dan PPAT yang Dipekerjakan UMKM Properti: Cara Hitung Honor, Potong PPh 21, dan Catat di Pembukuan yang Jarang Ada Panduannya
Pekerja & Ekonomi

Pekerja Notaris dan PPAT yang Dipekerjakan UMKM Properti: Cara Hitung Honor, Potong PPh 21, dan Catat di Pembukuan yang Jarang Ada Panduannya

11 menit · 14 September 2026

← Kembali ke Blog