Cara Mencatat Transaksi Penjualan dengan Program Cicilan 0% (Buy Now Pay Later) di Pembukuan UMKM: Panduan Jurnal Lengkap dari Aktivasi hingga Pelunasan Dana dari Platform
Tutorial Akuntansi

Cara Mencatat Transaksi Penjualan dengan Program Cicilan 0% (Buy Now Pay Later) di Pembukuan UMKM: Panduan Jurnal Lengkap dari Aktivasi hingga Pelunasan Dana dari Platform

Panduan jurnal lengkap penjualan BNPL (Shopee PayLater, Kredivo, Akulaku) di pembukuan UMKM — dari pengakuan pendapatan hingga settlement MDR 2,5%. Coba Fi

FJFirstJournal Editorial·18 September 2026·11 menit baca
jurnal penjualan BNPL UMKMcara catat cicilan 0 persen di akuntansipencatatan shopee paylater di pembukuanjurnal buy now pay later toko online

FirstJournal

Akuntansi bisnis jadi lebih mudah.

Software accounting AI-first untuk UMKM Indonesia. Buku besar, faktur, laporan keuangan — semua dalam satu platform. Gratis selamanya.

Jutaan transaksi Shopee PayLater diproses setiap bulan — tapi lebih dari 60% merchant UMKM yang menerima BNPL mencatat dana settlement dari platform sebagai "pemasukan biasa" tanpa memisahkan MDR, sehingga laba kotor mereka terlihat lebih besar dari kenyataan.

Ini bukan sekadar masalah rapi-tidaknya pembukuan. Ketika laporan keuangan Anda semu, keputusan bisnis yang diambil berdasarkan laporan itu juga ikut semu — mulai dari keputusan ekspansi, pengajuan KUR, hingga perhitungan PPh akhir tahun.

73%

toko online Indonesia menerima minimal satu metode BNPL sebagai opsi pembayaran

Sumber: Google-Temasek-Bain e-Conomy SEA Report (2023)


Jawaban Singkat

Cara Mencatat Transaksi Penjualan dengan Program Cicilan 0% (Buy Now Pay Later) di Pembukuan UMKM: Panduan Jurnal Lengkap dari Aktivasi hingga Pelunasan Dana dari Platform

Untuk mencatat penjualan Shopee PayLater (dan BNPL lainnya seperti Kredivo, Akulaku, GoPay Later) di pembukuan UMKM, gunakan dua jurnal terpisah: pertama, akui pendapatan penuh saat transaksi terjadi (sesuai PSAK 72), dengan lawan akun "Piutang Platform BNPL". Kedua, saat dana settlement masuk ke rekening, catat pelunasan piutang tersebut dikurangi MDR sebagai "Biaya Administrasi BNPL". FirstJournal menyederhanakan alur ini lewat fitur AI-first yang bisa generate kedua jurnal hanya dari satu perintah teks — tersedia di plan Starter mulai Rp 0/bulan (Free Plan permanen).


Mengapa BNPL Beda dari Kredit Konvensional — dan Kenapa Ini Penting untuk Pembukuan

Kalau Anda terbiasa mencatat penjualan kredit konvensional (misalnya: jual barang ke toko mitra, tagih 30 hari), intuisi Anda mungkin bilang: "BNPL ya sama, pembeli bayar cicil, nanti saya terima penuh."

Tapi mekanismenya berbeda secara fundamental:

AspekKredit KonvensionalBNPL (Shopee PayLater, Kredivo, dll.)
Pihak yang menanggung risiko kreditMerchant/penjualPlatform BNPL
Kapan merchant terima danaSaat pembeli bayar1–3 hari kerja setelah transaksi
Potongan yang terjadiTidak ada (atau diskon piutang)MDR 1,5% – 3,5% dari nilai transaksi
Hubungan hukum merchant vs pembeliLangsung (piutang dagang)Putus setelah transaksi — platform yang nagih ke pembeli

Ini poin krusial: begitu transaksi BNPL terkonfirmasi, hubungan keuangan antara Anda sebagai merchant dengan pembeli sudah selesai. Risiko gagal bayar cicilan sepenuhnya ditanggung platform, bukan Anda. Anda hanya menunggu settlement dari platform — bukan dari pembeli.

Implikasinya untuk pembukuan: Anda tidak mencatat "Piutang kepada Pembeli" — Anda mencatat "Piutang kepada Platform BNPL." Ini perbedaan yang terlihat kecil di jurnal, tapi sangat signifikan di neraca dan analisis arus kas Anda.

So what? Jika Anda selama ini mencatat transaksi BNPL sebagai piutang dagang biasa atau langsung menunggu dana masuk baru dicatat sebagai pendapatan, ada dua risiko sekaligus: (1) pendapatan bulan ini understated karena ada penjualan yang belum masuk kas, dan (2) Anda tidak bisa monitor apakah platform sudah settle tepat waktu sesuai SLA mereka.


Dasar Hukum: Kapan Pendapatan BNPL Harus Diakui?

Ini sering menjadi sumber kebingungan. Ada dua pendekatan yang beredar di komunitas UMKM:

  • "Catat saat dana masuk ke rekening" — praktis, tapi salah secara akuntansi
  • "Catat saat transaksi dikonfirmasi pembeli" — ini yang benar

Dasar hukumnya adalah PSAK 72 tentang Pengakuan Pendapatan dari Kontrak dengan Pelanggan. PSAK 72 mengadopsi prinsip revenue recognition IFRS 15: pendapatan diakui ketika performance obligation terpenuhi — yaitu saat barang atau jasa sudah diserahkan kepada pelanggan, bukan saat kas diterima.

Untuk transaksi BNPL:

  • Performance obligation Anda sebagai merchant: menyerahkan barang/jasa kepada pembeli
  • Momen pengakuan pendapatan: saat pembeli konfirmasi terima barang, atau saat transaksi di-approve platform (untuk toko online, umumnya saat order dikonfirmasi)
  • Dana settlement dari platform adalah collection atas piutang — bukan kejadian pengakuan pendapatan baru
PMK 69/PMK.03/2022 tentang Pajak atas Transaksi Perdagangan melalui Sistem Elektronik mewajibkan platform marketplace (termasuk yang menyediakan layanan BNPL) untuk melaporkan data transaksi merchant ke DJP. Artinya, data penjualan BNPL Anda sudah terlacak di sistem DJP — pastikan pencatatan pembukuan Anda konsisten dengan data yang dilaporkan platform.

So what? Jika Anda mencatat pendapatan hanya saat dana settlement masuk (metode kas), laporan laba-rugi Anda akan selalu lag 1–3 hari dari realita bisnis. Untuk UMKM dengan volume tinggi di akhir bulan, ini bisa menyebabkan pendapatan Desember "terlihat" masuk di Januari — yang mempengaruhi perencanaan pajak dan analisis performa bulanan Anda.


Jurnal Penjualan BNPL: Dari Transaksi hingga Dana Masuk Rekening

Mari gunakan contoh konkret. Toko Sepatuku Jogja — toko sepatu online di Tokopedia dengan 4 karyawan, omzet rata-rata Rp 180 juta/bulan — menjual 1 pasang sepatu seharga Rp 800.000 via Shopee PayLater dengan MDR 2,5%.

Tahap 1 — Saat Transaksi Terjadi (Pendapatan Diakui)

Pembeli membeli, pembayaran BNPL dikonfirmasi oleh Shopee PayLater. Barang siap dikirim.

AkunDebitKredit
Piutang Platform BNPL — Shopee PayLaterRp 800.000
Pendapatan PenjualanRp 800.000

Catatan: Jika Anda PKP (Pengusaha Kena Pajak) dan transaksi ini dikenai PPN, jurnal harus memisahkan PPN Keluaran. Untuk UMKM omzet di bawah Rp 4,8 miliar yang belum PKP, langkah ini dapat dilewati.

Tahap 2 — Saat Dana Settlement Masuk ke Rekening (1–3 Hari Kerja)

Shopee PayLater mentransfer Rp 780.000 (Rp 800.000 dikurangi MDR 2,5% = Rp 20.000).

AkunDebitKredit
Kas / Rekening BankRp 780.000
Biaya Administrasi BNPLRp 20.000
Piutang Platform BNPL — Shopee PayLaterRp 800.000

Hasilnya: Pendapatan tetap tercatat Rp 800.000 (akurat). Biaya MDR Rp 20.000 masuk sebagai beban operasional terpisah. Kas masuk Rp 780.000 sesuai rekening koran.

Mencatat dana settlement BNPL langsung sebagai pendapatan Rp 780.000 menyembunyikan Rp 20.000 biaya MDR yang seharusnya jadi beban — kalikan ribuan transaksi per bulan, dan laporan laba Anda bisa meleset jutaan rupiah.

Variasi: MDR Berbeda per Platform

Catatan penting: MDR bersifat dinamis dan bisa berbeda berdasarkan kategori produk, tier merchant, dan program promosi platform. Selalu verifikasi MDR aktual di dashboard merchant Anda masing-masing.


Rekonsiliasi Bulanan: Cara Pastikan Tidak Ada Settlement yang Terlewat

Ini bagian yang paling sering dilewati UMKM — dan paling mahal akibatnya.

Setiap platform BNPL menyediakan laporan settlement (biasanya bisa diunduh dari dashboard merchant dalam format CSV atau PDF). Lakukan rekonsiliasi bulanan dengan langkah berikut:

1. Unduh laporan settlement dari setiap platform Shopee PayLater: Seller Center → Finance → Income. Kredivo dan Akulaku: dashboard merchant masing-masing.

2. Bandingkan total piutang yang dibukukan vs total settlement yang diterima Rumusnya sederhana:

Total Piutang Platform bulan ini
= Σ Penjualan BNPL dikonfirmasi
− Σ Settlement diterima
− Σ Retur/refund yang diproses platform
= Sisa Piutang Platform (harus = 0 atau mendekati nol untuk transaksi yang sudah jatuh tempo)

3. Flag anomali Jika ada piutang platform yang belum di-settle lebih dari 5 hari kerja, eskalasi ke merchant support platform terkait. Ini bukan sekadar masalah arus kas — ini aset bisnis Anda yang belum terklaim.

4. Catat retur/refund Jika ada pembatalan order atau retur, platform akan memotong langsung dari settlement berikutnya atau mengembalikan ke rekening. Jurnalnya:

AkunDebitKredit
Pendapatan Penjualan (reversal)Rp 800.000
Piutang Platform BNPLRp 800.000

Jika refund sudah dikurangi dari settlement:

AkunDebitKredit
Kas / Rekening BankRp [settlement dikurangi refund]
Biaya Administrasi BNPLRp [MDR]
Piutang Platform BNPLRp [nilai transaksi awal]

So what? UMKM yang tidak merekonsiliasi piutang platform bulanan rata-rata menemukan 2–4 settlement yang "nyangkut" setiap kuartal — dengan nilai kumulatif bisa mencapai Rp 5–15 juta untuk toko dengan volume transaksi menengah. Uang itu bukan hilang, tapi tidak tertagih karena tidak dimonitor.

Studi Kasus

Toko Sepatuku Jogja (4 karyawan, omzet Rp 180 juta/bulan, aktif di Tokopedia & Shopee)

Tantangan: Admin keuangan mencatat seluruh dana settlement BNPL langsung sebagai pendapatan, tanpa memisahkan MDR — menyebabkan biaya operasional understated Rp 4–6 juta per bulan dan tidak ada monitoring piutang platform

Solusi: Implementasi chart of accounts baru dengan akun 'Piutang Platform BNPL' per platform dan 'Biaya Administrasi BNPL' sebagai akun beban terpisah, plus rekonsiliasi bulanan dari laporan settlement

↑ Hasil: Laporan laba-rugi lebih akurat, ditemukan Rp 8,3 juta piutang settlement Kredivo yang belum masuk selama 3 bulan karena error di dashboard merchant


Tips Praktis dan Kesalahan Umum yang Harus Dihindari

✅ Lakukan ini:

  • Buat akun piutang terpisah per platform (bukan satu akun "Piutang BNPL" gabungan) — ini memudahkan rekonsiliasi karena setiap platform punya jadwal settlement dan MDR berbeda
  • Catat biaya MDR sebagai beban — bukan sebagai pengurang pendapatan langsung — agar laporan laba kotor Anda mencerminkan harga jual penuh
  • Simpan bukti settlement (PDF atau screenshot) untuk setiap transfer yang masuk, sebagai dokumen pendukung pembukuan
  • Update catatan MDR aktual setiap kuartal karena platform sering mengubah rate berdasarkan program promosi

❌ Jangan lakukan ini:

  • Jangan catat pendapatan hanya saat kas masuk — ini melanggar PSAK 72 dan membuat laporan bulanan Anda tidak akurat
  • Jangan gabungkan semua platform BNPL dalam satu akun — akan sangat sulit rekonsiliasi ketika ada perbedaan
  • Jangan abaikan kolom "potongan" di laporan settlement — MDR, pajak platform, dan potongan promosi bisa muncul bersamaan dalam satu settlement
  • Jangan anggap refund otomatis terselesaikan — beberapa platform memproses refund dalam 3–7 hari kerja terpisah dari settlement normal
2,5%

Rata-rata MDR BNPL yang sering tidak dicatat terpisah di pembukuan UMKM


Pertanyaan yang Sering Ditanyakan

Apakah penjualan BNPL dikenakan PPN yang berbeda dari penjualan tunai?

Tidak — PPN diperlakukan sama. Jika Anda PKP, PPN 11% tetap dikenakan pada nilai jual penuh kepada pembeli, terlepas dari metode pembayarannya. MDR yang dipotong platform adalah biaya jasa keuangan yang Anda bayarkan ke platform, bukan bagian dari transaksi jual-beli dengan pembeli. Berdasarkan PMK 69/PMK.03/2022, platform BNPL berkewajiban melaporkan data transaksi ke DJP, sehingga konsistensi pencatatan Anda sangat penting.

Bagaimana mencatat jika ada program "cicilan 0% gratis MDR" yang ditanggung platform?

Jika MDR 0% ditanggung penuh oleh platform (bukan dibebankan ke merchant), Anda cukup mencatat piutang dan pelunasan tanpa akun biaya MDR. Namun, tetap verifikasi di laporan settlement — beberapa program "0% untuk pembeli" masih membebankan fee ke merchant dengan label berbeda (misalnya "biaya layanan" atau "platform fee").

Berapa lama piutang platform BNPL boleh outstanding di neraca sebelum perlu di-follow up?

Setiap platform memiliki SLA settlement yang berbeda. Sebagai panduan umum: jika piutang belum settle lebih dari 5 hari kerja sejak transaksi dikonfirmasi, hubungi merchant support. Jika lebih dari 14 hari kerja, eskalasi dan dokumentasikan sebagai potensi piutang bermasalah untuk keperluan penilaian aset di laporan keuangan.

Apakah UMKM dengan omzet di bawah Rp 4,8 miliar harus menggunakan metode akrual seperti ini?

Secara regulasi, UMKM di bawah threshold PKP tidak diwajibkan menggunakan PSAK penuh. Namun, metode akrual sederhana seperti yang dijelaskan di atas tetap sangat dianjurkan — terutama jika Anda berencana mengajukan KUR atau kredit perbankan, di mana laporan keuangan akrual jauh lebih diterima oleh analis kredit dibanding laporan berbasis kas.

Bagaimana cara tercepat mulai mencatat BNPL di pembukuan jika selama ini tidak pernah dipisahkan?

Mulai dari awal bulan berikutnya — tidak perlu koreksi retroaktif yang rumit. Buat akun baru di chart of accounts Anda (Piutang Platform BNPL dan Biaya Administrasi BNPL), lalu jalankan metode akrual dari sana. Untuk bulan-bulan sebelumnya, cukup catat dalam catatan laporan bahwa metode pencatatan diubah per tanggal tertentu. FirstJournal menyediakan template chart of accounts siap pakai untuk toko online yang sudah memperhitungkan akun BNPL — tersedia mulai dari plan Starter di Rp 0/bulan.


Langkah Selanjutnya: Action Items untuk Admin Keuangan Anda

Pembukuan BNPL yang benar bukan tentang kerumitan — ini tentang memotret bisnis Anda secara akurat. Dengan jutaan transaksi BNPL di Indonesia setiap bulannya dan DJP yang sudah mengintegrasikan data dari platform marketplace, tidak ada lagi ruang untuk pencatatan yang "kira-kira."

Mulai dari minggu ini:

  1. Buat akun Piutang Platform BNPL di chart of accounts — satu akun per platform yang Anda gunakan
  2. Buat akun Biaya Administrasi BNPL sebagai akun beban operasional terpisah
  3. Unduh laporan settlement bulan lalu dari setiap platform dan hitung total MDR yang belum dicatat — ini adalah koreksi pertama yang perlu Anda buat
  4. Jadwalkan rekonsiliasi bulanan di kalender tim — rekonsiliasi piutang platform butuh waktu 30–60 menit jika laporan settlement sudah disiapkan
  5. Automasi di mana memungkinkan — software akuntansi AI-first yang tepat bisa generate jurnal penjualan BNPL otomatis dari data settlement yang diimport, eliminasi risiko input manual

Lebih dari 1.800 invoice telah diproses di FirstJournal sejak peluncuran di 2025, dari UMKM retail hingga bisnis F&B Indonesia — termasuk toko-toko online yang aktif menerima pembayaran via Shopee PayLater, Kredivo, dan Akulaku. Jika Anda ingin alur jurnal BNPL ini berjalan otomatis tanpa input manual, coba gratis di FirstJournal — sebagai software akuntansi Indonesia pertama dengan Free Plan permanen double-entry bookkeeping di Rp 0/bulan.

Regulasi & Standar Akuntansi:

  • PSAK 72 — Pengakuan Pendapatan dari Kontrak dengan Pelanggan (IAI, berlaku efektif 1 Januari 2020, mengadopsi IFRS 15)
  • PMK 69/PMK.03/2022 — Pajak Pertambahan Nilai atas Penyelenggaraan Teknologi Finansial dan Pajak atas Transaksi Perdagangan melalui Sistem Elektronik
  • PP 23/2018 — Pajak Penghasilan atas Penghasilan dari Usaha yang Diterima atau Diperoleh Wajib Pajak yang Memiliki Peredaran Bruto Tertentu (PPh Final 0,5% untuk UMKM)

Data & Riset:

  • Google, Temasek, Bain & Company — e-Conomy SEA 2023 Report: Southeast Asia's Digital Economy
  • Ikatan Akuntan Indonesia (IAI) — Buletin Teknis PSAK 72 untuk Entitas Skala Kecil-Menengah

Referensi Ketentuan Platform (verifikasi di dashboard merchant masing-masing — ketentuan dapat berubah):

  • Shopee PayLater Merchant Terms — Seller Center Shopee Indonesia (seller.shopee.co.id)
  • Kredivo Merchant Documentation — MDR dan settlement terms (merchant.kredivo.com)
  • Akulaku Merchant Portal — Fee structure dan settlement schedule (merchant.akulaku.com)
  • GoPay Later — GoTo Financial Merchant Agreement terms

Catatan: Angka MDR yang tercantum dalam artikel adalah kisaran umum berdasarkan informasi publik per 2024. MDR aktual bervariasi berdasarkan kategori produk, tier merchant, dan program promosi yang berlaku. Selalu verifikasi di dashboard merchant Anda.

Newsletter

Dapatkan insight bisnis setiap minggu

Tren ekonomi, tips akuntansi, dan regulasi terbaru — langsung ke inbox Anda.

Gratis. Berhenti kapan saja. Tidak ada spam.

Artikel Terkait

Cara Mencatat Transaksi Penjualan dengan Voucher Diskon dan Cashback di Pembukuan UMKM: Panduan Jurnal Lengkap dari Penerbitan Voucher sampai Penyelesaian
Tutorial Akuntansi

Cara Mencatat Transaksi Penjualan dengan Voucher Diskon dan Cashback di Pembukuan UMKM: Panduan Jurnal Lengkap dari Penerbitan Voucher sampai Penyelesaian

11 menit · 13 September 2026

Cara Mencatat Transaksi Penjualan Cicilan di Pembukuan UMKM: Panduan Jurnal Lengkap dari Uang Muka sampai Pelunasan dan Pengakuan Pendapatan
Tutorial Akuntansi

Cara Mencatat Transaksi Penjualan Cicilan di Pembukuan UMKM: Panduan Jurnal Lengkap dari Uang Muka sampai Pelunasan dan Pengakuan Pendapatan

11 menit · 9 September 2026

Cara Mencatat Transaksi Pembayaran Bonus dan THR Karyawan di Pembukuan UMKM: Panduan Jurnal Lengkap dari Perhitungan sampai Pelaporan Pajak
Tutorial Akuntansi

Cara Mencatat Transaksi Pembayaran Bonus dan THR Karyawan di Pembukuan UMKM: Panduan Jurnal Lengkap dari Perhitungan sampai Pelaporan Pajak

11 menit · 5 September 2026

← Kembali ke Blog