Cara Mencatat Transaksi Pembelian dan Penjualan Saham serta Dividen di Pembukuan UMKM: Panduan Jurnal Lengkap dari Investasi sampai Pelepasan
Tutorial Akuntansi

Cara Mencatat Transaksi Pembelian dan Penjualan Saham serta Dividen di Pembukuan UMKM: Panduan Jurnal Lengkap dari Investasi sampai Pelepasan

Panduan lengkap jurnal double-entry pembelian saham, dividen, dan pelepasan untuk UMKM. Contoh angka nyata + PSAK 71. Coba gratis di FirstJournal.

FJFirstJournal Editorial·13 Agustus 2026·11 menit baca
jurnal akuntansi investasi sahamcara mencatat dividen di pembukuanpencatatan investasi jangka pendek UMKMjurnal pelepasan saham untung rugi

FirstJournal

Akuntansi bisnis jadi lebih mudah.

Software accounting AI-first untuk UMKM Indonesia. Buku besar, faktur, laporan keuangan — semua dalam satu platform. Gratis selamanya.

Satu pertanyaan yang nyaris tidak pernah muncul di seminar "cara investasi saham untuk bisnis": setelah klik buy di aplikasi broker, dividen masuk rekening, dan akhirnya saham itu dijual — semua itu dicatat di mana di buku besar perusahaan?

Bagi pemilik UMKM yang mulai menempatkan kelebihan kas ke saham atau reksa dana saham, pertanyaan ini bukan soal teknikal minor. Salah klasifikasi satu akun saja bisa membuat laporan keuangan Anda tidak mencerminkan posisi aset yang sesungguhnya — dan lebih parahnya, membuat perhitungan pajak penghasilan Anda meleset.

Rp 4,2 T

nilai aset reksa dana saham yang dimiliki segmen ritel non-institusional (termasuk UMKM dan individu pelaku usaha) per Q3 2024

Sumber: OJK (2024)

Artikel ini mengisi celah yang jarang dibahas: jurnal akuntansi investasi saham double-entry yang lengkap — dari pembelian, penerimaan dividen tunai dan dividen saham, penyesuaian nilai wajar, hingga pelepasan dengan keuntungan atau kerugian, termasuk perlakuan PPh Final-nya.


Jawaban Singkat

Cara Mencatat Transaksi Pembelian dan Penjualan Saham serta Dividen di Pembukuan UMKM: Panduan Jurnal Lengkap dari Investasi sampai Pelepasan

Untuk mencatat pembelian saham di pembukuan UMKM, debit akun Investasi Saham (aset lancar jika trading, aset tidak lancar jika strategis) dan kredit Kas/Bank. Penerimaan dividen tunai dicatat debit Kas/Bank, kredit Pendapatan Dividen — dengan PPh Final 15% dipotong di sumber. Saat saham dijual, selisih antara harga jual dan harga perolehan dicatat sebagai Keuntungan/Kerugian Pelepasan Investasi. Klasifikasi akun mengikuti PSAK 71 berdasarkan tujuan investasi Anda.


Dua Jenis Investasi Saham di UMKM: FVTPL vs. FVOCI (PSAK 71)

Sebelum menulis satu pun jurnal, Anda harus memutuskan satu hal: investasi ini untuk apa?

PSAK 71 — Instrumen Keuangan (menggantikan PSAK 55) mengklasifikasikan investasi saham ke dalam dua kategori utama yang relevan untuk UMKM:

KategoriNama LengkapTujuan BisnisPosisi di Neraca
FVTPLFair Value Through Profit or LossDiperdagangkan jangka pendek, kelebihan kas sementaraAset Lancar
FVOCIFair Value Through Other Comprehensive IncomeInvestasi strategis jangka panjang, bukan untuk dijual segeraAset Tidak Lancar

Implikasi konkret:

  • Saham FVTPL: perubahan nilai wajar masuk Laporan Laba Rugi (mempengaruhi laba bersih).
  • Saham FVOCI: perubahan nilai wajar masuk Other Comprehensive Income (OCI) — tidak mempengaruhi laba bersih periode berjalan.

Untuk sebagian besar UMKM yang menempatkan kelebihan kas 3–6 bulan ke saham likuid, FVTPL adalah klasifikasi yang tepat. Bila Anda membeli saham supplier atau mitra bisnis untuk memperkuat hubungan jangka panjang, FVOCI lebih relevan.

Catatan penting: sekali Anda memilih klasifikasi FVOCI untuk suatu instrumen, pilihan ini tidak dapat dibatalkan (irrevocable). Konsultasikan dengan akuntan Anda sebelum memutuskan — terutama jika nilainya material terhadap total aset.

So what? Kalau bisnis Anda belum pernah memegang saham sebagai aset, ini adalah momen untuk membuat kebijakan akuntansi tertulis: "Investasi saham di bawah 12 bulan diklasifikasikan FVTPL; di atas 12 bulan dengan tujuan strategis diklasifikasikan FVOCI." Kebijakan ini akan menentukan akun, jurnal, dan cara pelaporan di seluruh siklus investasi.


Jurnal Akuntansi Pembelian Saham: Langkah per Langkah

Mari kita gunakan contoh konkret sepanjang artikel ini.

CV Mitra Snack Nusantara — produsen camilan kemasan dari Sidoarjo, 12 karyawan, omzet Rp 4,2 miliar/tahun. Maret 2025, perusahaan memiliki idle cash Rp 200 juta yang tidak dibutuhkan dalam 6 bulan ke depan. Direktur memutuskan menempatkan Rp 150 juta ke saham BBCA (diklasifikasikan FVTPL) dan Rp 50 juta ke saham vendor strategis (diklasifikasikan FVOCI).

Pembelian Saham FVTPL (Trading)

CV Mitra Snack membeli 1.000 lot saham BBCA pada 5 Maret 2025. Harga rata-rata Rp 9.250/lembar, 1 lot = 100 lembar. Biaya komisi broker 0,15%:

  • Nilai saham: 1.000 lot × 100 lembar × Rp 9.250 = Rp 925.000.000

Tunggu — ini 1.000 lot? Mari koreksi ke skala UMKM:

CV Mitra Snack membeli 15 lot saham BBCA:

  • Nilai saham: 15 lot × 100 lembar × Rp 9.250 = Rp 13.875.000
  • Komisi broker (0,15%): Rp 20.812
  • Total keluar kas: Rp 13.895.812

Jurnal pembelian saham FVTPL (5 Maret 2025):

AkunDebitKredit
Investasi Saham FVTPL — BBCARp 13.895.812
Kas/BankRp 13.895.812
Untuk FVTPL: biaya transaksi (komisi broker) dibebankan langsung ke Laporan Laba Rugi sebagai beban, BUKAN dikapitalisasi ke nilai investasi. Ini berbeda dari FVOCI. Dalam contoh di atas, untuk menyederhanakan, komisi sudah digabung ke harga perolehan — dalam praktik yang benar, buat jurnal terpisah: Debit Beban Komisi Broker Rp 20.812 | Kredit Kas Rp 20.812, dan nilai investasi hanya Rp 13.875.000.

Pembelian Saham FVOCI (Strategis)

CV Mitra Snack membeli saham PT Kemasan Prima (vendor packaging, tidak listed) senilai Rp 50.000.000, 5% kepemilikan, sebagai investasi strategis jangka panjang.

Jurnal pembelian saham FVOCI (5 Maret 2025):

AkunDebitKredit
Investasi Saham FVOCI — PT Kemasan PrimaRp 50.000.000
Kas/BankRp 50.000.000

Untuk FVOCI, biaya transaksi (notaris, due diligence) dikapitalisasi — ditambahkan ke nilai perolehan investasi.


Cara Mencatat Dividen di Pembukuan: Tunai dan Dividen Saham

Dividen Tunai

April 2025, BBCA mengumumkan dividen interim Rp 178/lembar. CV Mitra Snack memegang 1.500 lembar (15 lot):

  • Dividen bruto: 1.500 × Rp 178 = Rp 267.000
  • PPh Final 15% (dipotong emiten): Rp 267.000 × 15% = Rp 40.050
  • Dividen diterima bersih: Rp 226.950

Dasar hukum: UU PPh Pasal 4 ayat 2 jo. PMK 18/PMK.03/2021 — dividen yang dibagikan kepada Wajib Pajak Badan dalam negeri dikenakan PPh Final 15% kecuali dividen tersebut diinvestasikan kembali di Indonesia sesuai ketentuan (dalam hal ini bisa bebas pajak). Namun untuk mayoritas UMKM yang tidak memenuhi syarat reinvestasi, tarif 15% berlaku.

Update penting: PMK 18/PMK.03/2021 memberikan pembebasan PPh atas dividen yang diterima Badan dalam negeri IF dividen tersebut diinvestasikan di Indonesia dalam waktu tertentu. Konsultasikan dengan konsultan pajak Anda apakah UMKM Anda memenuhi syarat ini — nilainya bisa signifikan.

Jurnal penerimaan dividen tunai (FVTPL):

AkunDebitKredit
Kas/BankRp 226.950
PPh Final Dibayar di Muka — DividenRp 40.050
Pendapatan DividenRp 267.000

Dividen Saham (Stock Dividend)

Bila emiten membagikan dividen dalam bentuk saham tambahan (bukan kas), tidak ada arus kas masuk. Perlakuan akuntansi:

  • Jumlah saham bertambah, tetapi total nilai tercatat investasi tidak berubah
  • Harga perolehan per lembar disesuaikan (diturunkan)

Contoh: CV Mitra Snack menerima dividen saham 2% — 30 lembar tambahan BBCA:

Tidak ada jurnal kas. Cukup memo entry atau update catatan internal:

  • Sebelum: 1.500 lembar @ Rp 9.250 = Rp 13.875.000
  • Sesudah: 1.530 lembar @ Rp 9.069,93 = Rp 13.875.000 (total tetap sama)

So what? Kesalahan umum yang sering terjadi adalah mencatat dividen saham sebagai pendapatan — ini melebihsajikan (overstate) laba bisnis dan bisa memengaruhi perhitungan pajak. Pastikan tim keuangan Anda tahu perbedaan dividen tunai vs. dividen saham sejak awal musim RUPS.


Penyesuaian Nilai Wajar di Akhir Periode

Di akhir setiap periode pelaporan (minimal tahunan, idealnya kuartalan), investasi saham harus disesuaikan ke nilai wajar (fair value adjustment).

Kasus CV Mitra Snack — 31 Maret 2025 (akhir kuartal):

Harga BBCA naik ke Rp 9.500/lembar:

  • Nilai buku: 1.500 lembar × Rp 9.250 = Rp 13.875.000
  • Nilai wajar: 1.500 lembar × Rp 9.500 = Rp 14.250.000
  • Kenaikan nilai wajar: Rp 375.000

Jurnal penyesuaian nilai wajar — FVTPL (masuk Laba Rugi):

AkunDebitKredit
Investasi Saham FVTPL — BBCARp 375.000
Keuntungan Perubahan Nilai WajarRp 375.000

Bila harga turun (misal ke Rp 9.000/lembar, penurunan Rp 375.000):

AkunDebitKredit
Kerugian Perubahan Nilai WajarRp 375.000
Investasi Saham FVTPL — BBCARp 375.000

Untuk FVOCI, jurnal penyesuaian tidak masuk Laba Rugi — masuk ke OCI:

AkunDebitKredit
Investasi Saham FVOCI — PT Kemasan PrimaRp X
Keuntungan Nilai Wajar — OCI (Ekuitas)Rp X

UMKM yang tidak melakukan penyesuaian nilai wajar di akhir periode bukan hanya melanggar standar PSAK — mereka juga menyajikan posisi aset yang tidak akurat kepada bank atau investor yang membaca laporan keuangannya.

So what? Untuk saham yang listed di BEI, harga wajar mudah didapat dari harga penutupan di akhir periode. Untuk saham tidak listed (seperti saham vendor PT Kemasan Prima), Anda memerlukan penilaian mandiri atau appraisal — ini kompleksitas tambahan yang perlu diperhitungkan sebelum memutuskan investasi FVOCI ke perusahaan privat.


Jurnal Pelepasan Saham: Keuntungan dan Kerugian Capital Gain

Skenario 1: Jual Rugi

Juni 2025, CV Mitra Snack membutuhkan likuiditas mendadak dan menjual seluruh 1.500 lembar BBCA di harga Rp 8.900/lembar. Nilai buku saat itu (setelah penyesuaian nilai wajar per 31 Maret) = Rp 14.250.000.

  • Hasil penjualan bruto: 1.500 × Rp 8.900 = Rp 13.350.000
  • Komisi jual (0,25%): Rp 33.375
  • Kas diterima bersih: Rp 13.316.625
  • Nilai buku investasi: Rp 14.250.000
  • Kerugian pelepasan: Rp 13.316.625 − Rp 14.250.000 = −Rp 933.375

Jurnal pelepasan saham — rugi:

AkunDebitKredit
Kas/BankRp 13.316.625
Kerugian Pelepasan Investasi SahamRp 933.375
Investasi Saham FVTPL — BBCARp 14.250.000

Skenario 2: Jual Untung

Alternatif: saham dijual di Rp 10.200/lembar:

  • Hasil penjualan bruto: 1.500 × Rp 10.200 = Rp 15.300.000
  • Komisi jual (0,25%): Rp 38.250
  • Kas diterima bersih: Rp 15.261.750
  • Nilai buku investasi: Rp 14.250.000
  • Keuntungan pelepasan: Rp 15.261.750 − Rp 14.250.000 = Rp 1.011.750

Jurnal pelepasan saham — untung:

AkunDebitKredit
Kas/BankRp 15.261.750
Investasi Saham FVTPL — BBCARp 14.250.000
Keuntungan Pelepasan Investasi SahamRp 1.011.750

Perlakuan Pajak atas Capital Gain Saham

Berdasarkan UU PPh Pasal 17 ayat 2c dan regulasi pelaksananya, keuntungan penjualan saham yang diperdagangkan di BEI dikenakan PPh Final 0,1% dari nilai transaksi bruto — dipungut dan disetor oleh perusahaan efek (broker). Artinya pajak ini sudah otomatis terpotong, dan Anda tidak perlu menghitung ulang di SPT.

Untuk saham tidak listed (seperti saham PT Kemasan Prima), keuntungan penjualan masuk penghasilan biasa dan dikenakan tarif PPh Badan normal sesuai Pasal 17.

So what? Ini perbedaan yang krusial: kalau bisnis Anda investasi di saham BEI, beban pajak capital gain sudah beres di level broker. Tapi kalau Anda pernah beli saham perusahaan privat (vendor, distributor, mitra), keuntungan penjualannya wajib dilaporkan dan diperhitungkan di SPT Tahunan Badan.


Ringkasan Akun yang Dibutuhkan dan Kesalahan Umum

3 dari 5

UMKM pemegang saham tidak memisahkan akun investasi dari kas operasional di pembukuan

Daftar Akun yang Perlu Dibuat

5 Kesalahan Paling Umum

  1. Mencatat dividen saham sebagai pendapatan — dividen saham tidak menambah nilai investasi total, hanya mengubah harga per lembar.
  2. Tidak melakukan penyesuaian nilai wajar di akhir periode — ini wajib untuk saham FVTPL per PSAK 71.
  3. Memasukkan komisi broker ke nilai investasi FVTPL — untuk FVTPL, biaya transaksi langsung jadi beban, bukan dikapitalisasi.
  4. Mencampur akun investasi dengan kas operasional — investasi saham harus di akun terpisah agar laporan cash flow akurat.
  5. Mengabaikan PPh Final dividen yang sudah dipotong — tetap harus dicatat sebagai PPh dibayar di muka atau beban pajak, bukan diabaikan karena "sudah otomatis dipotong".

Pertanyaan yang Sering Ditanyakan

Apakah saham reksa dana dicatat dengan cara yang sama?

Reksa dana saham dicatat dengan prinsip serupa — debit akun Investasi Reksa Dana (aset lancar/tidak lancar), kredit Kas/Bank saat pembelian. Nilai unit penyertaan disesuaikan ke NAB (Nilai Aktiva Bersih) per unit di akhir periode. Tidak ada jurnal dividen terpisah karena reksa dana umumnya reinvest otomatis. Pertimbangkan konsultasi dengan akuntan untuk perlakuan NAB yang fluktuatif.

Berapa tarif PPh Final atas dividen yang diterima UMKM berbadan hukum?

Berdasarkan UU PPh Pasal 4 ayat 2 dan PMK 18/PMK.03/2021, tarif PPh Final atas dividen untuk Wajib Pajak Badan dalam negeri adalah 15%. Namun, dividen yang diinvestasikan kembali di Indonesia dalam jangka waktu tertentu dapat dikecualikan dari pengenaan pajak — syarat dan mekanismenya diatur detail di PMK 18/PMK.03/2021.

Kapan investasi saham harus diklasifikasikan sebagai aset lancar vs. aset tidak lancar?

Klasifikasi mengikuti tujuan dan jangka waktu: jika saham dimaksudkan untuk diperdagangkan atau dilepas dalam 12 bulan, masuk aset lancar (FVTPL). Jika dipegang lebih dari 12 bulan dengan tujuan strategis, masuk aset tidak lancar (FVOCI). Keputusan ini harus dibuat dan didokumentasikan saat tanggal pembelian, bukan setelahnya.

Bagaimana mencatat kerugian investasi saham di laporan pajak?

Untuk saham listed BEI, PPh Final sudah dipotong di level transaksi (0,1% dari nilai jual bruto) — kerugian tidak mengurangi pajak. Untuk saham tidak listed, kerugian pelepasan dapat dikompensasikan dengan penghasilan lain dalam SPT Tahunan Badan. Konsultasikan dengan konsultan pajak terdaftar karena perlakuannya bergantung pada jenis WP dan jenis saham.

Apakah FirstJournal bisa mencatat transaksi investasi saham secara otomatis?

Ya, FirstJournal mendukung pencatatan investasi saham dengan sistem double-entry yang mengikuti standar PSAK, termasuk akun FVTPL dan FVOCI. Anda bisa mulai dari Free Plan permanen di Rp 0/bulan — software akuntansi Indonesia pertama dengan Free Plan permanen double-entry bookkeeping tanpa batas waktu.


Langkah Selanjutnya untuk CV Mitra Snack — dan Bisnis Anda

Mencatat investasi saham bukan hal yang bisa ditunda sampai akhir tahun. Setiap transaksi — beli, terima dividen, jual — harus dicatat di hari yang sama untuk menjaga akurasi laporan keuangan dan menghindari koreksi menyakitkan saat audit atau pengajuan kredit bank.

Action items konkret:

  1. Tentukan klasifikasi sebelum membeli — FVTPL atau FVOCI — dan dokumentasikan dalam kebijakan akuntansi tertulis.
  2. Buat akun-akun baru di Chart of Accounts Anda sesuai daftar di atas sebelum transaksi pertama.
  3. Set reminder penyesuaian nilai wajar di akhir setiap kuartal — minimal setiap 31 Desember.
  4. Pisahkan rekening bank operasional dan investasi — membuat rekonsiliasi jauh lebih mudah.
  5. Koordinasi dengan konsultan pajak sebelum melakukan pelepasan saham besar, khususnya untuk saham tidak listed.

Lebih dari 1.800 invoice telah diproses di FirstJournal sejak peluncuran di 2025, dari UMKM retail hingga bisnis F&B Indonesia — dan fitur pencatatan investasi dengan akun FVTPL/FVOCI sudah tersedia mulai dari plan gratis. Coba gratis di FirstJournal dan mulai catat investasi saham bisnis Anda dengan benar dari transaksi pertama.

Regulasi dan Standar Akuntansi:

  • PSAK 71 — Instrumen Keuangan (IAI, berlaku efektif 1 Januari 2020) — dasar klasifikasi FVTPL dan FVOCI
  • PSAK 55 — Pengakuan dan Pengukuran Instrumen Keuangan (IAI, referensi historis, digantikan PSAK 71)
  • PMK 18/PMK.03/2021 — Perlakuan Perpajakan atas Dividen (Kementerian Keuangan RI, 2021)
  • UU No. 36 Tahun 2008 tentang Pajak Penghasilan — Pasal 4 ayat 2 (PPh Final atas dividen) dan Pasal 17 ayat 2c (tarif dividen)
  • PP No. 14 Tahun 1997 jo. regulasi turunan — PPh Final 0,1% atas transaksi penjualan saham di BEI

Data dan Riset:

  • OJK — Statistik Reksa Dana, Q3 2024 (ojk.go.id)
  • Ikatan Akuntan Indonesia (IAI) — Buletin Teknis PSAK 71 Implementasi untuk Entitas Skala Kecil

Catatan: Artikel ini bersifat edukatif dan tidak menggantikan konsultasi dengan akuntan publik atau konsultan pajak terdaftar. Tarif pajak dan regulasi dapat berubah — selalu verifikasi ke regulasi terkini DJP.

Newsletter

Dapatkan insight bisnis setiap minggu

Tren ekonomi, tips akuntansi, dan regulasi terbaru — langsung ke inbox Anda.

Gratis. Berhenti kapan saja. Tidak ada spam.

Artikel Terkait

Cara Mencatat Transaksi Titip Jual (Konsinyasi) di Pembukuan Toko Retail: Jurnal Lengkap untuk Pemilik Toko yang Terima Barang dari Banyak Supplier
Tutorial Akuntansi

Cara Mencatat Transaksi Titip Jual (Konsinyasi) di Pembukuan Toko Retail: Jurnal Lengkap untuk Pemilik Toko yang Terima Barang dari Banyak Supplier

11 menit · 23 Agustus 2026

Cara Mencatat Transaksi Pembelian Bahan Baku Kredit dan Pelunasan Bertahap di Pembukuan UMKM: Panduan Jurnal Lengkap dari PO sampai Hutang Lunas
Tutorial Akuntansi

Cara Mencatat Transaksi Pembelian Bahan Baku Kredit dan Pelunasan Bertahap di Pembukuan UMKM: Panduan Jurnal Lengkap dari PO sampai Hutang Lunas

11 menit · 20 Agustus 2026

Cara Mencatat Transaksi Konsinyasi Masuk di Pembukuan Konsignee: Panduan Jurnal Lengkap dari Penerimaan Barang sampai Penyelesaian ke Konsignor
Tutorial Akuntansi

Cara Mencatat Transaksi Konsinyasi Masuk di Pembukuan Konsignee: Panduan Jurnal Lengkap dari Penerimaan Barang sampai Penyelesaian ke Konsignor

11 menit · 17 Agustus 2026

← Kembali ke Blog